Bupati Minahasa Ingatkan Pentingnya Nilai Tambah dan Kesejahteraan Petani dalam Sertijab Kadis Pertanian
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Asisten III Bidang Administrasi Umum Ir. Jani Moniung saat membacakan sambutan tertulis Bupati Minahasa pada acara serah terima jabatan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa di Tondano. (Foto: intana.news)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TONDANO, INTANA.news – Peralihan kepemimpinan di lingkup Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa diharapkan menjadi momentum strategis untuk mendongkrak kesejahteraan petani lokal.
Pesan tersebut mengemuka dalam acara serah terima jabatan (sertijab) Kepala Dinas Pertanian dari pejabat lama Dr. Ir. Margaretha Ratulangi, M.AP., yang telah memasuki masa purna tugas, kepada pejabat baru Christiene J. Tampanguma, SP.
Acara sertijab yang menandai estafet kepemimpinan di instansi pemerintah tersebut turut dihadiri oleh jajaran pegawai Dinas Pertanian serta Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Minahasa, Johnny Tendean, M.AP. Jumat (4/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Asisten III Bidang Administrasi Umum Ir. Jani Moniung membacakan sambutan tertulis Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si., M.A.P.
Bupati mengingatkan bahwa setiap pergantian pejabat merupakan momentum penting untuk melakukan evaluasi, memperkuat koordinasi, dan meningkatkan kinerja agar pelayanan publik serta roda pembangunan tetap berjalan optimal.
Pemerintah Kabupaten Minahasa menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi dan pengabdian Margaretha Ratulangi selama memimpin instansi tersebut.
Sementara itu, kepada Christiene J. Tampanguma, yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pertanian, Bupati berpesan agar amanah baru ini dijawab dengan kerja nyata, integritas tinggi, dan komitmen kuat dalam melayani masyarakat.
Bupati Minahasa mengingatkan bahwa sektor pertanian memegang posisi yang sangat strategis dalam struktur pembangunan daerah.
Sektor ini tidak sekadar berkaitan dengan produksi pangan, tetapi juga menyangkut kedaulatan pangan, peningkatan kesejahteraan petani, pengendalian inflasi, serta penciptaan lapangan kerja.
Ke depan, pembangunan pertanian di Minahasa diarahkan tidak hanya berorientasi pada peningkatan volume produksi, melainkan juga produktivitas dan nilai tambah.
Petani harus mendapatkan manfaat ekonomi yang lebih besar dari setiap proses produksi.
Untuk mewujudkannya, pemerintah daerah mendorong penguatan akses petani terhadap sarana produksi, seperti bibit, pupuk, teknologi, pemodalan, hingga pendampingan intensif dari para penyuluh.
Selain itu, diversifikasi komoditas unggulan dan hilirisasi produk pertanian menjadi kunci utama agar hasil bumi Minahasa tidak lagi dijual dalam bentuk bahan mentah, melainkan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi di pasaran.
Kepada pimpinan yang baru, Bupati menginstruksikan agar segera melaksanakan konsolidasi internal guna membangun komunikasi yang solid di seluruh tingkatan unit kerja.
Evaluasi program serta penguatan sinergi lintas sektor, melalui kolaborasi dengan perangkat daerah lain, kelompok tani, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga perbankan, juga harus segera dijalankan.
Penyusunan data pertanian yang akurat dan terintegrasi, mulai dari luas lahan hingga potensi pasar, turut diingatkan sebagai fondasi penting dalam pengambilan kebijakan yang tepat sasaran. (nes)

Saat ini belum ada komentar