Kapasitas Dapur Terbatas, SPPG Tondano Timur Belum Bisa Sediakan Makan Bergizi untuk Guru
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tampak depan fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Katinggolan. (Foto: Istimewa/INTANA.news)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MINAHASA, INTANA.news – Dapur umum Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Tonano Timur hingga kini belum dapat mengakomodasi penyediaan makan bergizi bagi para guru.
Hal ini dikatakan Pengelola SPPG, Yong Oky Mantik, Kamis (10/9/2026).
Ia mengungkapkan bahwa kendala utama layanan ini terletak pada keterbatasan kapasitas fasilitas serta belum meratanya infrastruktur penunjang.
“Fasilitas dapur yang didirikan pada awal tahun 2025 itu dirancang sesuai Kepres memiliki batas kapasitas sekitar 3.000 porsi per hari,” ujarnya.
Ia menuturkan, angka tersebut sejak awal telah diperhitungkan secara cermat untuk memenuhi target penerima manfaat awal, yang mencakup peserta didik dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP, SMA, serta Ibu hamil dan balita.
Kendati demikian, lanjut dia, kebijakan pada penghujung tahun 2025 memunculkan aturan baru yang memperluas cakupan penerima manfaat dengan menyertakan alokasi porsi untuk para guru dan security.
“Saat ini beban harian sudah mencapai 3.315 porsi, sehingga fasilitas dapur dipastikan tidak akan mampu lagi jika harus menanggung tambahan porsi untuk para guru dan security,” ujarnya.
Yong menegaskan, pihaknya tidak dapat memaksakan operasional di luar kapasitas karena langkah tersebut berisiko menurunkan mutu makanan sekaligus memicu keterlambatan distribusi logistik ke berbagai sekolah.
“Peluasan layanan makan bergizi bagi tenaga pendidik di Tondano Timur baru dapat direalisasikan jika terdapat penambahan dapur baru guna mengurai beban kelebihan kapasitas yang terjadi saat ini,” ia menambahkan. (nes)

Saat ini belum ada komentar