Menumbuhkan Kembali Minat Baca, Wabup Vanda Sarundajang Buka Festival Literasi Minahasa 2026
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang SS MAP. (Foto: intana.news)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MINAHASA, INTANA.news – Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, SS, MAP, secara resmi membuka kegiatan Festival Literasi, di Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Kabupaten Minahasa, Kamis (17/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut Vanda menekankan pentingnya membangun budaya membaca, menulis, dan berpikir kritis di tengah gempuran era digitalisasi yang kian masif.
Festival ini bukan sekadar agenda seremonial untuk memenuhi program kerja pemerintah, melainkan momentum strategis untuk mendongkrak indeks literasi masyarakat yang dinilai masih rendah dalam satu dekade terakhir.
Pengalamannya selama 15 tahun di DPR RI, termasuk tujuh tahun bertugas di Komisi X yang bermitra langsung dengan Perpustakaan Nasional, Vanda menyoroti pergeseran kebiasaan membaca masyarakat akibat ketergantungan pada gawai (gadget).

Ia mengungkapkan bahwa kemudahan akses informasi lewat ponsel pintar sering kali membuat buku fisik mulai ditinggalkan. Padahal, sejumlah riset membuktikan bahwa membaca buku secara fisik memberikan stimulasi otak yang jauh lebih optimal dibandingkan layar digital.
“Ada sensasi berbeda ketika kita memegang buku fisik, membalikkan halaman demi halaman, hingga mencium aroma kertas. Simulasi di dalam otak jauh lebih kuat, sehingga informasi yang diserap dan melekat di ingatan menjadi jauh lebih banyak ketimbang membaca lewat gawai,” ujar Wabup Vanda.
Meski demikian, ia tidak menolak kemajuan teknologi.
Vanda mendorong masyarakat untuk tetap memanfaatkan gawai secara bijak, namun tidak meninggalkan tradisi membaca buku cetak seperti yang konsisten dilakukan masyarakat di negara-negara maju.
Ia juga mengingatkan bahwa makna literasi saat ini telah bergeser jauh melampaui kemampuan dasar membaca dan menulis.
Derasnya arus informasi di media sosial menuntut masyarakat untuk memiliki literasi digital dan informasi yang mumpuni.
Saring Sebelum Sharing: Masyarakat harus mampu memilah informasi yang benar, memahami sumber berita yang kredibel, serta menangkal hoaks.
Pendidikan Sepanjang Hayat: Vanda mengajak seluruh peserta menjadikan festival ini sebagai wadah memperluas wawasan, karena dari membaca seseorang dapat mengenal dunia, dan melalui menulis seseorang mampu menyampaikan gagasan.
Sebagai langkah nyata penguatan budaya literasi di Kabupaten Minahasa, Wabup Vanda menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk mendukung penuh pengembangan literasi berbasis inklusif dan berkelanjutan.
Ia mendorong agar pojok baca (reading corner) segera dihadirkan di berbagai fasilitas publik dan kantor pemerintahan, termasuk di Kantor Bupati Minahasa.
Selain itu, optimalisasi fasilitas seperti mobil dan motor perpustakaan keliling terus didorong agar mampu menjangkau masyarakat hingga ke wilayah pedesaan. (nes)

Saat ini belum ada komentar