Bupati Minahasa Robby Dondokambey Pantau Langsung Pencarian Anak Hilang di Kawangkoan
- account_circle Anes Walean
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MINAHASA, INTANA.NEWS – Bupati Minahasa Robby Dondokambey memantau langsung operasi pencarian anak hilang, Queentania Makal (11), di posko darurat Kecamatan Kawangkoan Barat, Minahasa, Sulawesi Utara.
Kehadiran Bupati di lokasi bertujuan untuk memastikan proses pencarian berjalan optimal.
Setibanya di POSKO, ia segera berdialog dengan tim gabungan dan memberikan dukungan moril kepada keluarga korban.
Suasana haru mewarnai pertemuan tersebut saat keluarga menyatakan harapan agar korban segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Minahasa berkomitmen mendukung seluruh tahapan evakuasi.
“Kami semua turut merasakan kesedihan keluarga. Pemerintah Kabupaten Minahasa akan terus mendukung proses pencarian ini,” ujarnya.
Selain itu, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang terus bersiaga di lapangan.
Menurut dia, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menghadapi medan pencarian yang cukup berat.
Kondisi cuaca di lokasi yang kerap berubah-ubah menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.
Namun demikian, semangat gotong royong dari berbagai unsur dinilai mampu menjaga kelancaran operasi kemanusiaan ini.
Sementara itu, Camat Kawangkoan Barat Happy Lumintang menjelaskan bahwa seluruh perangkat pemerintah setempat terus bergerak aktif.
Mereka tidak hanya membantu penyisiran, tetapi juga memberikan pendampingan psikologis kepada pihak keluarga.
Berdasarkan data posko, korban merupakan warga Desa Kayuuwi yang dilaporkan hilang sejak beberapa waktu lalu.
Hingga saat ini, tim gabungan masih terus melakukan penyisiran intensif di sejumlah titik.
Operasi pencarian berskala besar ini melibatkan personel dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dan BPBD Kabupaten Minahasa.
Selain itu, unsur TNI-Polri, pemerintah desa, serta relawan masyarakat setempat juga turut dikerahkan secara masif. (*)
- Penulis: Anes Walean
