Drama 10 Gol Warnai Perebutan Juara Ketiga, Nobar Koramil Remboken Pererat Kemanunggalan TNI-Masyarakat
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MINAHASA, INTANA.NEWS — Pertandingan sengit dalam perebutan juara ketiga FIFA World Cup 2026 antara tim nasional Inggris melawan Prancis menjadi momen pemersatu bagi warga Desa Paslaten, Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa. Anggota Koramil 1302-04/Remboken menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) bersama masyarakat setempat di Jaga I, Desa Paslaten, Minggu (19/7/2026) pagi.
Laga tersebut menyuguhkan drama 10 gol yang memanjakan mata para pencinta sepak bola.
Inggris akhirnya memastikan diri sebagai juara ketiga setelah menundukkan Prancis dengan skor 6-4 dalam duel yang berlangsung dramatis dari awal hingga akhir pertandingan.
Bagi pihak Kodim 1302/Minahasa, kegiatan nobar ini bukan sekadar ajang menyaksikan pesta sepak bola dunia.
Komandan Koramil 1302-04/Remboken menuturkan bahwa inisiatif ini bertujuan mempererat tali silaturahmi serta menjaga kemanunggalan antara TNI dan rakyat.
”Melalui momen ini, kami ingin membangun suasana kebersamaan yang hangat dengan warga. Olahraga, khususnya sepak bola, adalah bahasa universal yang mampu menyatukan kita semua tanpa sekat,” ujar perwakilan Kodim 1302/Minahasa.
Antusiasme warga terlihat jelas sejak awal pertandingan pukul 05.00 WITA.
Sorak-sorai penonton menggema saat Inggris membuka keunggulan melalui gol cepat D’ Dice pada menit ke-3, disusul gol E. Konsa (18’) dan hat-trick B. Saka (37’, 45+2’, 87’), serta gol penutup J. Bellingham di masa injury time (90+8’).
Prancis yang tidak tinggal diam sempat memberikan perlawanan sengit melalui dua gol K. Mbappe (48’, 66’), B. Barcola (54’), dan O. Dembele (90+6’).
Namun, ketangguhan Inggris memastikan Prancis harus puas menempati peringkat keempat.
Pertandingan yang berakhir pukul 07.05 WITA ini menjadi salah satu laga paling ikonik dalam gelaran FIFA World Cup 2026.
Selain menyajikan tontonan berkualitas, kegiatan ini berhasil menciptakan ruang interaksi yang positif antara aparat kewilayahan dengan masyarakat, sekaligus memperkuat semangat gotong royong di tengah dinamika lingkungan desa. (*)
- Penulis: Anes Walean

Saat ini belum ada komentar