Emang Enak! Pegawai SPPG yang Olok-olok Siswa Korban Keracunan MBG di Karo Sumut Langsung Dipecat
- account_circle Norman Meoko
- calendar_month Senin, 21 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Muntuk, Kemantren Dlingo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta yang mengolok-olok siswa korban keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Karo, Sumatera Utara. (Foto: Dok/Instagram)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, INTANA.NEWS – Pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Muntuk, Kemantren Dlingo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta yang mengolok-olok siswa korban keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Karo, Sumatra Utara (Sumut) langsung dipecat.
Demikian disampaikan Koordinator Regional Badan Gizi Nasional Daerah Istimewa Yogyakarta, Wirandita Gagat Widyatmoko dalam keterangan tertulis pada Senin (21/9/2026).
“Kami menyayangkan adanya pernyataan tersebut. Setelah dilakukan penanganan sesuai ketentuan, yang bersangkutan telah diberhentikan. Ini menjadi pelajaran bagi seluruh jajaran bahwa bekerja dalam Program MBG tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga memiliki etika, empati, sensitivitas, dan tanggung jawab dalam berkomunikasi,” katanya.
Selanjutnya dikatakannya bahwa keputusan memberhentikan pegawai yang berposisi sebagai pengawas keuangan tersebut diambil untuk menjaga standar perilaku, etika, dan profesionalitas seluruh jajaran dalam penyelenggaraan MBG.
“Keamanan pangan menjadi perhatian utama. Ketika ada masyarakat yang diduga terdampak, seluruh jajaran harus mengedepankan empati dan rasa saling menghormati, bukan menjadikannya sebagai bahan olok-olok. Seluruh jajaran SPPG juga diminta bijak dalam menggunakan media sosial,” tuturnya.
Ia menyatakan bahwa persoalan tersebut menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas pelayanan.
“Kami mengarahkan seluruh jajaran untuk fokus bekerja. Tingkatkan kualitas pelayanan, pastikan keamanan pangan, laksanakan SOP, perkuat pengawasan, dan berikan pelayanan terbaik kepada penerima manfaat. Saat ini masyarakat memberikan perhatian yang besar terhadap Program MBG, maka jawab perhatian tersebut dengan kinerja yang semakin baik,” katanya.
Dia meminta seluruh unsur SPPG, mulai dari korwil, korcam, kepala SPPG, pengawas gizi, pengawas keuangan, hingga seluruh personel, diminta menjaga integritas, profesionalitas, etika, serta komunikasi dalam menjalankan tugas.
“Jangan sampai satu perilaku menghapus kerja baik banyak orang. Mari kita jadikan ini pelajaran. Bekerja dengan benar, berkomunikasi dengan baik, dan tetap memiliki empati. Kita hadir untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, bukan untuk merendahkan pihak lain,” ia menambahkan.(nor)

Saat ini belum ada komentar