Jelang Dua Tahun Pemerintahannya, Prabowo Beri Isyarat Reshuffle Kabinet Menteri Bermasalah Siap-siap Angkat Kaki
- account_circle Norman Meoko
- calendar_month Senin, 21 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Presiden Prabowo Subianto.(Foto:Dok/Biro Pers Sekretariat Presiden)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, INTANA.NEWS – Rumor Presiden Prabowo Subianto bakal melakukan perombakan atau reshuffle kabinet menguat menjelang dua tahun pemerintahannya pada 20 Oktober 2026 mendatang.
Isyarat itu langsung disampaikan Prabowo dalam wawancara program “Prabowo Menjawab” pada Rabu (16/9/2026) saat merespons pertanyaan mengenai menjelang dua tahun masa pemerintahannya.
Sontak saja hal tersebut direspons. Sebut saja peneliti politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Wasisto Raharjo.
Dia berpendapat bahwa perombakan kabinet atau reshuffle yang akan dilakukan Prabowo bertujuan untuk mengonsolidasikan kekuatan politik koalisi.
“Saya pikir wacana reshuffle jelang dua tahun berkuasa ini lebih bertujuan untuk mengonsolidasikan kekuatan politik koalisi,” katanya di Jakarta pada Senin (21/9/2026).
Selanjutnya dia mengemukakan, konsolidasi kekuatan politik koalisi dilakukan demi menyukseskan program-program unggulan pemerintahan, seperti Koperasi Desa Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis.
Dia mengamini jika nantinya pos-pos menteri yang berkaitan dengan program tersebut akan terkena evaluasi hingga perombakan. Hal itu dilakukan karena kedua program unggulan tersebut merupakan kerja lintas sektoral antar-lembaga pemerintah.
“Saya pikir demikian, karena kedua program unggulan itu adalah kerja lintas sektoral antarlembaga pemerintah,” ia menambahkan.
Lain lagi respons Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno kepada awak media di Jakarta pada Senin (21/9/2026).
Dia manyebutkan tiga hal terkait peluang adanya reshuffle kabinet. Pertama, menjelang dua tahun pemerintahan merupakan momentum resuffle kabinet.
“Tentu kebutuhannya mengganti menteri yang performa kinerja buruk. Tiga tahun ke depan adalah tahun pembuktian bahwa visi misi dan keinginan pemerintah terealisasi. Saat ini yang paling banyak dikeluhkan rakyat soal kondisi ekonomi. Nah, di sektor ekonomi secara keseluruhan inilah yang perlu evaluasi total,” katanya kepada wartawan, Senin (21/9/2026).
Kedua, Adi menilai menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo, rakyat bahkan tidak tahu nama-nama menteri, apalagi kinerjanya.
Ia menyatakan bahwa menteri yang paling dikenal rakyat itu Seskab Teddy Indra Wijaya dan menteri dari ketum partai seperti Zulkifli Hasan, Bahlil Lahadalia, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, dan Agus Harimurti Yudhoyono.
“Di luar itu tak ada yang kenal. Menteri-menteri yang tak dikenal itu mestinya belajar banyak dari Teddy Indra Wijaya, tak banyak komentar, selalu fokus bekerja, dan pasang badan setiap presiden diserang publik. Presiden perlu memperbanyak sosok seperti Teddy yang bekerja dalam diam,” ucapnya.
Ketiga, perombakan kabinet harus menyasar menteri partai koalisi yang loyalitasnya diragukan termasuk Menteri yang terindikasi berurusan dengan hukum. Hal ini perlu dilakukan agar tidak menjadi beban pemerintahan sekarang ini.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyatakan dirinya tidak menutup peluang melakukan perombakan atau reshuffle kabinet pada momentum dua tahun masa pemerintahannya. Dia menilai para anggota kabinet semestinya sudah memiliki waktu yang cukup untuk membuktikan kinerja mereka.
Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam wawancara program Prabowo Menjawab, Rabu (16/9/2026) saat merespons pertanyaan mengenai menjelang dua tahun masa pemerintahannya.
Prabowo ditanya mengenai tingkat kepuasan terhadap kinerja jajaran menterinya dan peluang untuk merombak kabinet.
“Jadi begini, kalau saya evaluasinya terus-menerus dan sampai sekarang secara objektif, ya saya harus mengatakan bahwa tim saya bekerja oke. Tetapi saya katakan juga kepada tim, ingat ya, ibarat kita kesebelasan sepak bola, ada pemain inti, ada striker, ada cadangan. Jadi saya fokus dulu karena Indonesia ini begitu rumit masalahnya, kita harus fokus pada hal yang mendasar,” Prabowo menjawab.(nor)

Saat ini belum ada komentar