Hadiri HUT ke-28 PAN, Pakai Uang Sitaan Korupsi Prabowo Berniat Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri
- account_circle Norman Meoko
- calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato ketika menghadiri peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di JCC Senayan, Jakarta pada Jumat (18/9/2026) malam. (Foto: Dok/Sekretariat Presiden)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, INTANA.NEWS – Presiden Prabowo Subianto semalam menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta.
Banyak hal yang disinggung Prabowo dalam sambutannya.
Salah satunya keinginan dirinya menggratiskan seluruh biaya pendidikan dari sekolah negeri hingga universitas negeri. Dananya disebut bakal diambil dari sitaan korupsi.
“Saya akan segera mengadakan rapat terbatas atau pokoknya biaya pendidikan negeri harus gratis. Biaya pendidikan negeri SD, SMP, SMA, universitas negeri harus gratis,” Prabowo menegaskan.
Diakuinya bakal banyak pihak yang pesimis terhadap rencana pemerintah untuk menanggung semua biaya pendidikan dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi negeri.
“Anggaran untuk merealisasikan program pendidikan gratis tersebut akan diambil melalui kekayaan atau uang sitaan dari tindak kejahatan, semisal dari koruptor,” tuturnya.
Prabowo menyatakan dirinya bertekad mengembalikan kekayaan yang telah dicuri para koruptor ke kas negara, selanjutnya dialihkan kepada program untuk rakyat.
“Nanti akan ada yang bertanya, dari mana uangnya? Uangnya yang dikorupsi, yang dicolong, yang dicuri,” katanya.
Rakyat Suka Pemimpin Berjoget
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo Subianto merespons pandangan tentang seorang pemimpin tidak pantas berjoget. Menurut dia, masyarakat Indonesia justru menyukai joget.
“Saya sudah dipesan tidak boleh joget. Jadi pakar-pakar itu, mereka merasa tidak pantas pemimpin Indonesia joget. Gimana rakyat kita suka joget kok,” ucapnya.
Prabowo menyampaikan hal itu setelah mengaku mendapat masukan dari sejumlah pakar agar tidak berbicara terlalu bebas saat menyampaikan pidato.
Namun, dia menegaskan lebih senang berbicara apa adanya di hadapan masyarakat.
“Saya selalu disampaikan oleh penasihat-penasihat dan pakar-pakar, pakar-pakar politik, pakar-pakar komunikasi, ‘Pak Prabowo jangan pidato tanpa teks. Harus pakai teks.’ Tapi bagaimana ya? Aku itu sukanya bicara apa adanya,” ia menambahkan.(nor)

Saat ini belum ada komentar