Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Tim Advokasi Demokrasi Sebut Pergantian Kepala BAIS TNI Tidak Selesaikan Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus

Tim Advokasi Demokrasi Sebut Pergantian Kepala BAIS TNI Tidak Selesaikan Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus

  • account_circle Norman Meoko
  • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
  • visibility 42
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INTANA.NEWS – Mabes TNI menegaskan Letjen TNI Yudi Abrimantyo tidak lagi menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Keputusan itu terkait peristiwa penyiraman air keras kepada aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Namun menurut Koalisi Masyarakat Sipil yang tergabung dalam Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD), pergantian Kepala BAIS TNI itu memunculkan kesan adanya upaya menutup-nutupi pertanggungjawaban dalam kasus penyiraman air keras tersebut.

Hal itu dikatakan Ketua YLBHI Muhammad Isnur dalam keterangan persnya di Jakarta pada Kamis (26/3/2026).

Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) merupakan Koalisi Masyarakat Sipil yang beranggotakan KontraS, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, LBH Pers, Amar Law Firm, Imparsial, Trend Asia, hingga Greenpeace Indonesia.

Selanjutnya dia mengatakan, hingga kini tidak ada penjelasan mengenai akuntabilitas struktur komando dalam kasus penyiraman air keras aktivis KontraS tersebut.

“Hal ini menunjukkan bahwa langkah pergantian pimpinan di BAIS TNI itu tidak dapat dimaknai sebagai bentuk akuntabilitas yang memadai,” ujarnya.

Dikatakannya, seharusnya konstruksi pertanggungjawaban dalam kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia ini tidak dilekatkan pada satu jabatan semata. Terlebih, struktur organisasi militer bersifat hierarkis, sehingga rantai komandonya melibatkan lapisan kepemimpinan yang lebih kompleks.

Dia menyatakan pihaknya khawatir pendekatan yang diklaim sebagai bentuk pertanggungjawaban dari satu jabatan justru berpotensi mengaburkan akuntabilitas pada tingkat yang lebih tinggi.

“Sebab untuk menyentuh rantai komando yang kompleks seharusnya pertanggungjawaban juga dilakukan oleh Panglima TNI dan Menteri Pertahanan,” tuturnya.

Ia menambahkan, pergantian Kepala BAIS TNI akibat anggotanya terlibat dalam penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus tidak dapat diposisikan sebagai pengganti dari proses hukum pidana.

“Sanksi yang diberikan seharusnya bukan hanya mencopot atasan satuan. Pencopotan jabatan tanpa diikuti dengan pertanggungjawaban pidana justru berpotensi menjadi mekanisme internal yang menutup ruang akuntabilitas dan memperkuat praktik impunitas,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta pada Rabu (25/3/2026) menyatakan, Letjen Yudi Abrimantyo tidak lagi menjabat sebagai Kepala BAIS TNI terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Berikut profil Letjen TNI Yudi Abrimantyo:

Ia merupakan lulusan Akademi Militer 1989 dan masuk dalam satuan Infanteri Kopassus. Karirnya dalam dunia intelijen tentu tidak diragukan lagi, berbagai posisi pernah ia emban. Salah satunya menjadi Paban Utama A-5 DIt A BAIS TNI periode 2016 hingga 2018.

Lalu pada 2018, ia menjabat sebagai Bandep Ur Sosbud Deputi Bidang Pengembangan Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Setjen Wantannas) sampai 2020.

Yudi Abrimantyo kemudian dipromosi menjadi Sekretaris Ditjen Strategi Pertahanan Kemenhan 2020-2021. Kemudian diangkat jadi Kepala Badan Instalasi Strategis Nasional Kementerian Pertahanan 2021-2024, sebelum dipercaya sebagai Kepala BAIS TNI.

Brevet atau lencana TNI yang diterima oleh Letjen TNI Yudi Abrimantyo selama karirnya di milter yakni Brevet Kualifikasi Komando Kopassus lalu Brevet Jump Master kemudian Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, Satyalancana Bhakti dan Satyalancana Ksatria Yudha.

Selain itu, dia juga mendapatkan lencana kesetiaan, diantaranya Satyalancana Kesetiaan 24 Tahun, Satyalancana Kesetiaan 16 Tahun, dan Satyalancana Kesetiaan 8 Tahun.

Selanjutnya Satyalancana GOM VII yang merupakan tanda kehormatan jenis Satyalancana Peristiwa yang diberikan kepada anggota Angkatan Bersenjata dalam memberantas kekacauan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata. Terakhir Satyalancana Raksaka Dharma dan Satyalancana Seroja.(nor)

  • Penulis: Norman Meoko

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Prabowo Siapkan Desa Nelayan Modern di Miangas

    Presiden Prabowo Siapkan Desa Nelayan Modern di Miangas

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Anes Walean
    • visibility 13
    • 0Komentar

    MIANGAS, INTANA.NEWS — Presiden Prabowo Subianto berencana membangun desa nelayan modern di Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Langkah ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah terdepan Indonesia. ​Presiden menyampaikan rencana tersebut saat menyapa warga setempat pada Sabtu (9/5/2026). Ia menegaskan bahwa pemerintah segera memulai proyek tersebut dalam waktu dekat. ​Fasilitas Lengkap untuk Produktivitas […]

  • Jembatan Wioi Dua, Pengabdian Kodim 1302/Minahasa di Atas Sungai Abuang

    Jembatan Wioi Dua, Pengabdian Kodim 1302/Minahasa di Atas Sungai Abuang

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Anes Walean
    • visibility 33
    • 0Komentar

    MITRA, ​INTANA.NEWS – Progres pembangunan jembatan di wilayah Kodim 1302/Minahasa terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga Minggu (19/04/2026), capaian fisik pembangunan telah mencapai 52,70 persen. Data ini tercatat pada pukul 10.25 WITA. ​Jembatan beton ini berlokasi di Desa Wioi Dua, Kecamatan Ratahan Timur, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) Infrastruktur strategis tersebut melintasi aliran Sungai Abuang. Bangunan ini […]

  • Akankah Soeharto Dianugerahi Pahlawan Nasional, Mensos Saifullah Yusuf: Tunggu Pengumuman dari Istana Besok!

    Akankah Soeharto Dianugerahi Pahlawan Nasional, Mensos Saifullah Yusuf: Tunggu Pengumuman dari Istana Besok!

    • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
    • account_circle Norman Meoko
    • visibility 24
    • 0Komentar

    INTANA.NEWS – Apakah besok Presiden ke-2 Soeharto bakal menerima gelar Pahlawan Nasional tahun 2025 ini? Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf ketika ditanya awak media di Jakarta pada Minggu (9/11/2025) tidak mau menjawab secara pasti apakah Soeharto akan menerima gelar Pahlawan Nasional. Ia hanya mengatakan bahwa Soeharto termasuk juga Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur) merupakan nama-nama […]

  • Wawancara Final Tentukan Nasib Tiga Kandidat Rektor UNIMA

    Wawancara Final Tentukan Nasib Tiga Kandidat Rektor UNIMA

    • calendar_month Senin, 27 Jan 2025
    • account_circle Anes Walean
    • visibility 25
    • 0Komentar

    INTANA.NEWS – Universitas Negeri Manado (UNIMA) kini memasuki fase penentuan akhir dalam memilih rektor baru untuk periode 2025-2029. Setelah melalui serangkaian seleksi yang sangat ketat, tiga kandidat terbaik telah berhasil mencapai tahap akhir dan bersiap menghadapi wawancara final yang akan dilaksanakan di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Ketiga kandidat yang berhasil lolos seleksi dan […]

  • Sulawesi Utara Tuntaskan Revitalisasi 225 Satuan Pendidikan

    Sulawesi Utara Tuntaskan Revitalisasi 225 Satuan Pendidikan

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Anes Walean
    • visibility 25
    • 0Komentar

    MINAHASA, INTANA.NEWS – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mempertegas komitmen pembangunan peradaban melalui transformasi infrastruktur pendidikan yang inklusif. Wakil Gubernur Sulawesi Utara J. Victor Mailangkay menyampaikan hal tersebut saat mendampingi Mendikdasmen di SMK Negeri 3 Tondano, Kabupaten Minahasa, Rabu (22/4/2026). ​Sebanyak 225 sekolah di seluruh Sulawesi Utara telah menjalani proses revitalisasi total. Pada kesempatan ini, pemerintah […]

  • Mantan Ketua MPR Bambang Soesatyo Yakin Presiden Prabowo Tidak Ragu Anugerahkan Pahlawan Nasional kepada Soeharto

    Mantan Ketua MPR Bambang Soesatyo Yakin Presiden Prabowo Tidak Ragu Anugerahkan Pahlawan Nasional kepada Soeharto

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Norman Meoko
    • visibility 35
    • 0Komentar

    JAKARTA, INTANA.NEWS – Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo menyakini bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak akan ragu menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional terhadap Presiden ke-2 Soeharto. Alasannya, pemerintah memiliki dasar moral dan historis untuk memberikan gelar pahlawan nasional kepada mantan presiden Soeharto. Selain itu, pencabutan nama Soeharto dari TAP MPR Tahun 1998 telah mengakhiri […]

expand_less