BPJS Kesehatan Perluas Layanan JKN ke Daerah 3T
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Senin, 13 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Oplus_131072
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, INTANA.NEWS – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memperluas jangkauan layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Langkah ini diwujudkan melalui program Layanan Ujung Negeri (LANURI) yang menghadirkan kanal Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (VIOLA) serta layanan jemput bola BPJS Keliling.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito menyatakan, LANURI merupakan bagian dari Quick Wins 100 hari kerja direksi yang diluncurkan serentak di 558 kabupaten/kota, Senin (13/7/2026).
Dari jumlah tersebut, 379 titik menyediakan layanan VIOLA, sementara 179 titik lainnya melayani masyarakat melalui BPJS Keliling.
”Optimalisasi ini bertujuan memudahkan akses layanan JKN bagi masyarakat yang terkendala kondisi geografis dan infrastruktur,” ujar Pujo dalam acara peluncuran LANURI.
Menurut Pujo, tantangan geografis dan keterbatasan jaringan komunikasi membuat layanan digital tidak selalu dapat diakses oleh seluruh masyarakat.
Oleh karena itu, BPJS Kesehatan mengombinasikan kanal digital VIOLA—layanan berbasis video conference—dengan layanan jemput bola BPJS Keliling untuk pengurusan administrasi, pemberian informasi, hingga penanganan aduan.
Data BPJS Kesehatan menunjukkan, sepanjang Januari hingga Mei 2026, tercatat 218.729 pemanfaatan layanan VIOLA.
Mayoritas pengguna merupakan peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) dengan titik akses terbanyak berada di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).
Dalam kesempatan tersebut, Pujo juga memaparkan capaian Quick Wins 100 hari kerja direksi yang menyentuh angka 91,53 persen.
Program ini mencakup inisiatif Customer Centric dan Collaborative, seperti program JKN 3T yang bersinergi dengan fasilitas kapal rumah sakit serta pengiriman tenaga kesehatan ke daerah terpencil.
Inisiatif BPJS Kesehatan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak. Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi, Panel Barus, menyatakan kesiapan jaringan Koperasi Desa Merah Putih dalam memfasilitasi akses internet bagi layanan VIOLA maupun BPJS Keliling di tingkat desa.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Pusat Kesehatan TNI dr. Hadi Juanda menekankan pentingnya kolaborasi untuk mengatasi ketimpangan layanan kesehatan.
TNI berkomitmen mendukung LANURI melalui pemanfaatan fasilitas kesehatan milik TNI, pengerahan kapal rumah sakit, serta keterlibatan 76.000 personel Babinsa guna memperlancar akses masyarakat di pelosok negeri. (nes)
- Penulis: Anes Walean
