Franky Wolayan: Sinergi Pemda, DPRD, Wartawan, dan Warga Kunci Utama Isi Kemerdekaan
- account_circle Anes Walean
- calendar_month 11 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua DPRD Franky Wolayan saat berbincang santai di salah satu kedai kopi di Moon bae, Sabtu 15 Agustus 2006 malam. (Foto: Dok/istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TONDANO, INTANA.NEWS – Menghargai dan menghormati jasa para pahlawan yang telah gugur wajib hukumnya bagi generasi saat ini.
Cara terbaik membalas perjuangan tersebut adalah dengan tindakan nyata mengisi kemerdekaan melalui dukungan penuh terhadap program pembangunan pemerintah pusat hingga daerah.
Pesan tegas tersebut disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Minahasa, Franky Wolayan, saat berbincang hangat dengan para wartawan.
Wolayan mengatakan, aspek pembangunan daerah tidak hanya berfokus infrastruktur semata, melainkan pada penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pembentukan karakter secara bertahap.
”Amanat memajukan kebudayaan nasional maupun daerah harus direalisasikan,” ujarnya.

Ketua DPRD Franky Wolayan saat berbincang santai di salah satu kedai kopi di Moon bae. (Foto: Dok/istimewa)
Saat ini, lanjut dia, Pemda Minahasa fokus menggenjot sektor pariwisata, di mana budaya menjadi inti utamanya.
“Komitmen pemerintah sudah ada, sekarang tinggal bagaimana masyarakat memiliki kesadaran diri untuk tidak sekadar jadi penerima pasif,” ujar Franky Wolayan, sebelum ia beranjak menghadiri kegiatan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan (TMP) Tondano.
Ia mengingatkan, setiap pribadi warga negara diharapkan berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.
Kunci utamanya adalah membangun karakter dan jati diri SDM Minahasa agar bisa melangkah maju secara bertahap.
Dari sisi lembaga legislatif, Wolayan menegaskan DPRD Minahasa siap menjalankan fungsi pengawasan, penganggaran, serta regulasi.
Gagasan dan kebutuhan kebudayaan yang berkembang di tengah masyarakat siap ditampung untuk diracik menjadi Perda Kebudayaan.
Menutup perbincangan, Wolayan secara jujur menyebut bahwa setiap pihak memiliki keterbatasan dan tidak ada yang sempurna.
Oleh karena itu, kolaborasi menjadi hal yang mutlak.
”Kita punya keterbatasan, makanya harus dirangkul jadi satu. DPRD siap berkolaborasi,” ujarnya.
“Harus ada sinergitas antara Pemerintah Daerah, DPRD, insan pers (wartawan), dan masyarakat agar apa yang menjadi harapan daerah dapat tercapai,” ia menambahkan. (nes)
- Penulis: Anes Walean

Saat ini belum ada komentar