Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Pilihan » Di Balik Tas Hitam, Kisah Pahit Guru yang Membangun Negeri

Di Balik Tas Hitam, Kisah Pahit Guru yang Membangun Negeri

  • account_circle Anes Walean
  • calendar_month Sabtu, 11 Jan 2025
  • visibility 42
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INTANA.NEWS – Siapa yang tak kenal lagu “Tas Hitam dari Kulit Buaya” milik Iwan Fals? Di balik lirik sederhana dan melodi yang mudah diingat, tersimpan kisah pahit dan perjuangan seorang guru Indonesia.

Lagu ini bukan sekadar karya seni, melainkan juga cerminan nyata dari kondisi guru di negeri ini. Melalui nada-nada yang menggelitik hati, Iwan Fals berhasil menyuarakan jeritan hati para pahlawan tanpa tanda jasa.

Lagu ini menceritakan sosok Bapak Umar Bakri, seorang guru yang menjadi simbol pengabdian tulus meskipun menghadapi berbagai kesulitan.

Dalam liriknya, Iwan Fals menggambarkan kehidupan sehari-hari Bakri, yang memulai hari dengan secangkir kopi sambil membawa tas hitam dari kulit buaya, sebuah simbol kesederhanaan dan semangat yang tak kenal lelah.

Bakri mengajar dengan penuh dedikasi, meskipun harus melalui jalan berlubang dan rintangan lainnya, baik di dalam maupun di luar kelas.

Namun, di balik dedikasi yang tinggi, lagu ini dengan tajam menggambarkan kenyataan pahit yang dihadapi oleh para guru, terutama dalam hal kesejahteraan.

Meskipun telah mencetak banyak generasi penerus bangsa yang sukses, termasuk menteri, profesor, dan insinyur, gaji para guru tetap jauh dari harapan. Iwan Fals melalui lirik “gaji guru seperti dikebiri” menyuarakan ketidakadilan yang dialami para pengabdi pendidikan ini.

Lagu “Tas Hitam dari Kulit Buaya” lebih dari sekadar protes, ia adalah bentuk penghargaan untuk para guru yang telah bekerja keras tanpa pamrih, namun sering kali terabaikan. Iwan Fals menyalurkan suara bagi para pahlawan tanpa tanda jasa ini, yang sering kali terpinggirkan meskipun telah memberikan kontribusi besar bagi masa depan bangsa.

Lewat karya ini, Iwan Fals kembali membuktikan bahwa musik tidak hanya bisa menghibur, tetapi juga menjadi alat perjuangan untuk keadilan.

“Tas Hitam dari Kulit Buaya” menjadi pengingat bahwa nasib guru, yang menjadi pilar utama dalam mencerdaskan bangsa, seharusnya lebih diperhatikan dan dihargai.

Lagu ini mengajak kita semua untuk melihat lebih dalam lagi kondisi pendidikan di Indonesia dan berusaha mewujudkan perubahan yang lebih baik untuk para pendidik.(nes)

  • Penulis: Anes Walean

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penganiayaan Menggunakan Senjata Tajam Terjadi di Desa Atep Satu, Pelaku Diamankan Polisi

    Penganiayaan Menggunakan Senjata Tajam Terjadi di Desa Atep Satu, Pelaku Diamankan Polisi

    • calendar_month Sabtu, 11 Jan 2025
    • account_circle Anes Walean
    • visibility 12
    • 0Komentar

    INTANA.NEWS- Sebuah peristiwa penganiayaan menggunakan senjata tajam terjadi pada Rabu dini hari, 8 Januari 2025, sekitar pukul 02.00 WITA, di Desa Atep Satu, Kecamatan Langowan Selatan, Kabupaten Minahasa. Korban, EL (42), seorang petani, menjadi sasaran penganiayaan yang dilakukan oleh Charles Sambeka (CS), warga Desa Manembo Jaga 3. Menurut keterangan saksi, kejadian bermula ketika pelaku CS, […]

  • Babinsa Kawal Sejarah, Pierre Tendean Kini ‘Pulang’ ke Remboken

    Babinsa Kawal Sejarah, Pierre Tendean Kini ‘Pulang’ ke Remboken

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle Anes Walean
    • visibility 79
    • 0Komentar

    MINAHASA, INTANA.NEWS – ​Langkah kaki Sertu Soultje Papilaya dan Serda Adrianto mantap. Jumat itu, 27 Maret 2026, dua Babinsa Koramil 1302-04/Remboken ini punya misi khusus. Bukan patroli biasa. Mereka sedang memastikan sejarah besar mendarat di Desa Timu, Kecamatan Remboken, Minahasa. ​Di sana, sebuah patung baru saja berdiri. Sosoknya tegas. Kapten Czi (Anumerta) Pierre Tendean. Pahlawan […]

  • Resmob Minahasa Ringkus Pelaku Penganiayaan di Pantai Kanzo

    Resmob Minahasa Ringkus Pelaku Penganiayaan di Pantai Kanzo

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Anes Walean
    • visibility 55
    • 0Komentar

    MINAHASA, INTANA.NEWS  – Tim II Resmob Polres Minahasa bergerak cepat mengamankan terduga pelaku penganiayaan di Pantai Kanzo, Desa Kolongan, Kecamatan Kombi. Penangkapan dilakukan pada Minggu (19/4/2026) pagi, hanya beberapa jam setelah kejadian. ​Tim yang dipimpin Aipda Suryadi SH meringkus pelaku berinisial BO (26) sekitar pukul 06.30 WITA. Polisi langsung membawa warga Tomohon tersebut ke Mako […]

  • Jaksa Kejari Minahasa Bacakan Dakwaan DRPPM dalam Kasus Penyalahgunaan Beasiswa PIP untuk Kampanye

    Jaksa Kejari Minahasa Bacakan Dakwaan DRPPM dalam Kasus Penyalahgunaan Beasiswa PIP untuk Kampanye

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2025
    • account_circle Anes Walean
    • visibility 16
    • 0Komentar

    INTANA.NEWS – Tim Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara dan Kejaksaan Negeri Minahasa, Mustari Ali, SH, MH, Natalia Katimpali, SH, dan Ollivia Pangemanan, SH, MH, hari ini membacakan dakwaan dalam kasus tindak pidana pemilu di Pengadilan Negeri Manado, Senin (13/01/2025). Kasus ini melibatkan terdakwa DRPPM, seorang kader partai politik yang diduga melakukan pelanggaran […]

  • Tim Resmob Polres Minahasa Ringkus Empat Pelaku Penganiayaan di Depan Kafe Samarit

    Tim Resmob Polres Minahasa Ringkus Empat Pelaku Penganiayaan di Depan Kafe Samarit

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2025
    • account_circle Anes Walean
    • visibility 20
    • 0Komentar

    INTANA.NEWS – Dalam sebuah peristiwa yang menggemparkan warga Rerewokan, Tim Resmob Polres Minahasa berhasil mengungkap kasus penganiayaan yang terjadi di depan Kafe Samarit pada Minggu dini hari, (12/01/2025) Korban, GK (22), warga Kelurahan Rerewokan, mengalami luka-luka serius akibat dikeroyok oleh sekelompok remaja. Peristiwa bermula saat GK hendak menjemput kekasihnya di kafe tersebut. Tanpa diduga, ia […]

  • Kemendagri Sebut Inflasi Terendah, Penjabat Bupati Noudy Tendean Komitmen Jaga Stabilitas

    Kemendagri Sebut Inflasi Terendah, Penjabat Bupati Noudy Tendean Komitmen Jaga Stabilitas

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2025
    • account_circle Anes Walean
    • visibility 17
    • 0Komentar

    INTANA.NEWS – Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi yang dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir, berlangsung secara daring, Senin (13/01/2025). Rakor ini diikuti oleh berbagai pihak, termasuk Penjabat Bupati Minahasa Noudy Tendean beserta jajaran, melalui zoom meeting di Ruang Sidang Kantor Bupati Minahasa. Dalam rakor tersebut, Plt […]

expand_less