Waspada Krisis Air Bersih, BPBD Minahasa Petakan Sejumlah Wilayah Rawan Kebakaran dan Kekeringan
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Senin, 3 Agt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Oplus_131072
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MINAHASA,INTANA.NEWS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa menetapkan sejumlah wilayah ke dalam zona perhatian khusus seiring tingginya potensi ancaman bencana kebakaran dan kekeringan akibat kemarau.
Sejumlah wilayah yang masuk dalam radar kerawanan tersebut meliputi Kecamatan Langowan, Tombulu, Pineleng, Pantai Timur, dan Tombariri.
Mengingat luasnya cakupan wilayah Kabupaten Minahasa, pemerintah daerah menilai langkah pemetaan dan antisipasi secara berkelanjutan menjadi hal yang penting.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BPBD Kabupaten Minahasa, Sandro Mogot, SE, MSi, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Minahasa, Merel Sumaraw, di Minahasa, Senin (3/8/2026).
“Minahasa memiliki wilayah yang luas sehingga perlu dilakukan pemetaan dan langkah antisipasi secara berkelanjutan, khususnya di daerah-daerah yang berpotensi mengalami kebakaran maupun kekeringan,” ujar Sumaraw.
Guna mengantisipasi dampak buruk krisis air bersih bagi masyarakat, BPBD Minahasa bergerak cepat dengan menyiapkan langkah-langkah strategis penanganan darurat.
Langkah tersebut tidak hanya berfokus pada kesiagaan distribusi, tetapi juga penguatan infrastruktur jangka panjang melalui usulan kepada pemerintah pusat.
BPBD Minahasa secara resmi telah mengusulkan pembangunan 30 unit sumur bor kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat.
Bantuan infrastruktur air ini diprioritaskan langsung bagi wilayah-wilayah yang mencatatkan tingkat kerawanan kekeringan paling tinggi.
Tidak hanya sumur bor, pengajuan kepada BNPB turut mencakup pengadaan enam unit kendaraan mobil tangki air berkapasitas 4.000 liter.
Armada tambahan ini disiapkan agar pemerintah daerah memiliki kapasitas tanggap darurat yang mumpuni dalam mendistribusikan air bersih secara cepat kepada warga terdampak krisis.
Di sisi lain, BPBD Minahasa menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten dan jajaran di tingkat akar rumput.
Pemerintah desa dan kelurahan diimbau agar aktif memantau kondisi riil di wilayah masing-masing serta sigap melaporkan jika ada warga yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih.
”Pemerintah desa dan kelurahan diharapkan cepat menyampaikan laporan apabila ada wilayah yang mengalami kesulitan air bersih.
Laporan tersebut penting agar pemerintah kabupaten dapat segera melakukan tindak lanjut dan menyiapkan langkah penanganan,” pungkas Sumaraw. (nes)
- Penulis: Anes Walean

Saat ini belum ada komentar